Persepsi Keliru Masyarakat Tentang Pengacara Wanita | Pekanbaru News

164 views

Bagi sebagian besar masyarakat, profesi pengacara merupakan sesuatu yang prestisius dan sarat akan nilai kekuatan. Saat dilakoni oleh wanita, banyak persepsi yang timbul darinya, mulai dari yang positif seperti mandiri, hingga negatif seperti suka mengontrol hingga tak mau kalah dalam berargumen.

Hal ini tentunya menjadi sebuah ancaman sendiri bagi para lawan jenis hingga teman dan keluarga terdekat. Timbul sebuah kesimpulan dimana pengacara wanita tidak bisa bertanggung jawab terhadap keluarga dan pasangannya. Ketika ia berganti peran menjadi istri atau ibu, ia tidak akan mampu melaksanakannya, mengingat kesibukan yang terlalu padat hingga kebiasaan berdebat di ruang sidang.

pengacara di pekanbaru, kantor pengacara di pekanbaru, pengacara di pekanbaru riau

Opini ini pun dipatahkan oleh pengacara cantik muda dan berbakat yang kami temui langsung, yakni Nurmalita Malik dari firma hukum Lubis Ganie Surowidjojo dan Shinta Nurfauzia dari Lubis, Santosa & Maramis. Lita berpendapat bahwa semua harus dikembalikan kepada pribadi masing-masing. “Tidak semua pengacara wanita gagal untuk memisahkan dunia profesional dengan personalnya. Mereka tetap bisa menjalani perannya secara berbeda,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa jika dilihat dari sisi positif, citra powerful pengacara wanita justru karena kesiapannya mengantisipasi situasi. Kewaspadaan yang lebih tinggi membuat seorang pengacara banyak memperhitungkan pro dan kontra, melakukan pengecekan lebih menyeluruh dan mengatur segalanya menjadi teratur.

Saat berhadapan dengan pasangan atau kerabat, banyak juga pengacara wanita yang perfeksionis bisa mengadaptasi diri dengan jalan tidak memperlihatkan kekuasaan dan memperhalus perdebatan. “Istilahnya jangan sampai kebabalasan menganggap situasi sehari-hari seperti ruang sidang,” tambah Lita.

Pencitraan pengacara yang selalu serius dan tak memiliki ras humor atau bersenang-senang juga keliru menurut Shinta Nurfauzia yang bekerja di Lubis Santosa & Maramis. Di tempatnya bekerja, justru sering sekali diadakan pesta untuk mempererat hubungan antar para pengacara dan staf. Mulai dari pesta akhir tahun, jelang hari libur hingga lomba-lomba sesama firma hukum layaknya Olimpiade.

Para pengacara yang terlihat tidak punya waktu bersenang-senang akibat pekerjaan yang menuntut justru paling ahli memaksimalkan hari libur yang mereka miliki. “Biasanya pilihan jatuh pada travelling. Kita yang terbiasa menghabiskan waktu di ruang kantor dan ruang sidang akan merasa bosan dan sebisa mungkin mengganti suasana,” tutup Shinta.

Jika Anda mencari Pengacara di Pekanbaru, Anda bisa mengunjungi http://pengacara-pekanbaru.com

pengacara di pekanbaru

Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply